Tuesday, November 6, 2018



Seluruh kecamatan di Kabupaten Sragen sudah dinyatakan Bebas dari Buang Air Besar (BAB) Sembarangan atau Open Defacation Free (ODF) oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara Deklarasi ODF Gabungan 6 Kecamatan, yang bertempat di Alun – Alun Blangu Woles, Gesi, Sragen, Selasa (06/11/2018)

Acara yang diawali dengan peresmian Alun – Alun Blangu Woles dan Bhakti Sosial Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endiyatno,S.E., Kepala Dinas Kesehatan Sragen dr. Hargiyanto, Camat, Kepala Puskesmas, Muspika, dan Kades/Lurah dari 6 Kecamatan yang melaksakan ODF, diantaranya Kecamatan Gesi, Masaran, Sambungmacan, Tanon, Sambirejo dan Jenar.

Camat Gesi menyampaikan akan terus mendorong masyarakat yang saat ini masih sharing / menumpang bab di jamban keluarganya untuk mempunyai jamban sendiri, namun khusus bagi masyarakat kurang mampu akan diberikan bantuan untuk pembuatan jamban.

Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa bersyukurnya karena sesuai target bahwa tahun 2018 ini Kab. Sragen sudah ODF.

“Alhamdulillah hari ini sudah 208 desa/kelurahan atau 20 kecamatan sudah Deklarasi IDF. Dan sesuai tema HKN tahun ini yakni Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Kita, berarti kegiatan ini termasuk didalamnya yakni tidak buang air besar sembarangan” terang Bupati.

Bupati juga mengapresiasi para Camat dan Kades/Lurah dari 6 kecamatan yang mengalokasikan dana stimulan untuk pembangunan jamban.

“Selanjutnya saya minta setiap tahun secara bertahap untuk dialokasikan dana bantuan tersebut untuk dibantukan kepada KK kurang mampu agar mempunyai fasilitas jamban keluarga yang sehat” imbuhnya.

Bupati berharap para warga benar-benar memahami arti dan makna dari ODF. Menurutnya, ODF tidak sebatas buang air besar saja, namun juga bermkasud agar masyarakat juga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat sehingga tidak ada penyakit yang menyerang masyarakat.

“Jadi tidak hanya mendeklarasikan bab sembarangan saja namun juga melakukan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih,” jelas Bupati.

Diakhir acara dilanjutkan dengan penyerahan stimulan pembuatan MCK kepada 5 orang yang masing – masing mendapat uang senilai Rp. 1.500.000,- dan penyerahan bantuan berupa sembako sebanyak 313 paket kepada warga kurang mampu dan penanaman pohon di area Alun-Alun Blangu yang dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sragen. (HUMAS)

SELURUH KECAMATAN DI KABUPATEN SRAGEN TUNTAS ODF

Wednesday, January 24, 2018


Sekretaris Daerah Sragen, Drs. Tatag Prabawanto B, M.M beri sambutan dalam Sosialisasi Program Jaminan Sosial Bagi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Kabupaten Sragen di Ruang Sukowati, siang tadi, Rabu (24/01/2018).

Dalam rangka peningkatan kualitas hidup dan kerja PPNPN Kab Sragen, Sekda menyampaikan bahwa PPNPN akan diikutkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku mulai bulan depan.

Karena Jaminan sosial merupakan sebuah skema antisipasi atas risiko atau kondisi yang tidak diharapkan menimpa seseorang seperti sakit, kecelakaan, hari tua, dan kematian.

Dalam sambutannya, Sekda memberikan informasi bahwa Pemkab Sragen pada Anggaran Tahun 2018  telah menganggarkan honor atau homepay bagi PPNPN yang bekerja di lingkungan Dinas (Non Guru) dan disesuaikan dengan UMK Kab Sragen yakni sebesar Rp 1.546.493,-

“Semua Tenaga Kontrak, Non PNS yang ada di lingkungan Dinas (Non Guru), mulai tahun ini akan menerima honor atau homepay yang disesuaikan dengan UMK Kab. Sragen yakni sebesar Rp. 1.546.493,- per bulan,” Ungkap Sekda Sragen.

Dan dari honor tersebut akan dipotong kurang lebih sebesar Rp. 85.000,- untuk Jaminan Kesehatan (5%) dan Jaminan Ketenagakerjaan (0,54%).

“Jadi jangan kaget nanti kalau honor anda akan dipotong kurang lebih sebesar Rp. 85.000 untuk BPJS Kesehatan sebesar 5% dan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 0,54%. Hal ini bertujuan agar pegawai Non PNS juga mempunyai jaminan untuk kesehatan dan ketenagakerjaan” Lanjutnya.

Dan mulai tahun 2019 akan ditetapkan sebagai tahun di mana seluruh masyarakat harus sudah terdaftar sebagai peserta BPJS  termasuk Pegawai Pemerintah Non PNS .

Selain dihadiri Sekda Sragen, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPPKAD, Kepala BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sragen dan Surakarta, Perwakilan OPD Sragen serta PPNPN Sragen. (Humas Pemkab Sragen)

Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan Bagi PPNPN Kabupaten Sragen

Friday, December 1, 2017



Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Sragen, Pemerintah Kabupaten Sragen, melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sragen, menggelar serangkaian Kegiatan. Sekretaris KPA Kabupaten Sragen Ir. Haryoto WA, MM, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Senin, 27 November 2017, menjelaskan, Rangkaian Kegiatan Peringatan HAS Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Sragen, mengacu pada Rangkaian Kegiatan yang dilaksanakan di Tingkat Nasional. 

Namun yang berbeda, peringatan HAS Tingkat Kabupaten Sragen, yang biasanya dipusatkan di Ibu Kota Kabupaten Sragen, pada Tahun 2017, Puncak Kegiatan Peringatan HAS Tingkat Kabupaten Sragen, dipusatkan di Kompleks “Gunung Kemukus”,   Pendem, Sumberlawang, Sragen. Hal tersebut dilaksanakan, sesuai dengan Program dan Kebijakan Pemkab. Sragen, untuk merubah image “Negatif” yang selama ini melekat,  di Kompleks “Gunung Kemukus”. Sehingga ke depan, Kompleks “Gunung Kemukus”, Pendem, Sumberlawang, Sragen, dapat benar-benar menjadi Obyek Wisata “Religi”,  yang ramah dan dapat dinikmati, bagi seluruh Kalangan Wisatawan, mulai dari Anak-Anak, hingga Orang Dewasa.

Ir. Haryoto WA, MM menambahkan, Rangkaian Kegiatan Peringatan HAS Tahun 2017 Tingkat Kabupaten Sragen, telah dilaksanakan mulai dari pertengahan Bulan November 2017, dengan dilaksanakannya Sosialisasi HIV/AIDS dan Test VCT, di Tempat Hiburan yang telah memiliki Ijin Resmi, dan Populasi Kunci di Wilayah Kabupaten Sragen, Pemutaran Iklan layanan Masyarakat, tentang Ajakan Bupati Sragen, untuk melindungi  diri sendiri dan keluarga dari HIV/AIDS, Budaya Hidup Sehat, dan berani Test VCT   bagi Masyarakat, bekerjasama dengan Radio “Buana Asri Sragen”, Kegiatan “Street Canvassing” – Sosialisasi HIV/AIDS, di beberapa titik Traffic Light, disepanjang Jalan Raya “Sukowati” Kabupaten Sragen, “Bhakti Sosial” berupa pembagian “Paket Sembako” bagi Warga Miskin dan ODHA Anak, Penyerahan “Penghargaan” bagi para Kader Kreatif dalam Program TB–HIV, serta Pagelaran “Ketoprak” dengan Tema “HAS Tahun 2017”.

Sumber 

Rangkaian Kegiatan Peringatan HAS 2017 di Sragen

Wednesday, November 29, 2017


Sragen OTW | Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi oleh Sekda Kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto B, MM dan sejumlah kepala Dinas Terkait, melaksanakan pembukaan pasar murah berupa sembako di Balai Desa Bandung, Ngrampal, Rabu (29/11/2017).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen, Untung Sugihartono selaku penyelenggara, menyampaikan tujuan pasar murah adalah membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan memberikan subsidi dari APBD Kabupaten Sragen terhadap sembako yang dijual tersebut, untuk mengantisipasi dan menekan adanya lonjakan harga bahan pokok.

“Sasaran pasar murah bagi 8.000 masyarakat kurang mampu di 14 kecamatan se Kabupaten Sragen, dan pelaksanaan mulai tanggal 29 November sampai dengan 9 Desember 2017”, lanjut  Untung Sugihartono.

Setiap kali diadakan pasar murah diundang 2 kecamatan, sedangkan pelaksanaan di Balai desa Bandung disedikan 1.000 paket sembako untuk Kecamatan Sragen sebanyak 450 paket dan Kecamatan Ngrampal sebanyak 550 paket

Adapun isi paket tersebut berupa Beras 2 kg, Gula pasir 1,5 kg, Telur 1 kg dan Minyak goreng 1 liter dengan harga dipasaran sebesar Rp. 74.000,-. Dan dijual pada kegiatan pasar murah tersebut seharga Rp. 42.000,-

Pada kesempatan tersebut Bupati Sragen berinteraksi bersama warga dengan suasana keakrapan, sebelum pembukaan pasar murah dimulai.

“Hari ini ada pasar murah, barang yang akan dibeli dengan kualitas baik, meskipun harga dibawah standart dipasaran, semoga bisa meringankan panjenengan semua”, kata Bupati.

“Tadi diberi uang suaminya berapa ?” tanya Bupati, “tidak dikasih, uang sendiri dari hasil kerja”, jawab Surayem salah satu calon pembeli sembako.

Kasdi, seorang buruh asal Bonagung, Kel Sine, Sragen mendapat hadiah dari Bupati Sragen, gara-gara ditanya “apakah merokok ?”, dijawabnya “tidak” dan dibuktikan dengan kesaksian para tetangganya.

Mbah Paiyem, warga Kendal, Bandung, Ngrampal, diminta untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan ternyata bisa, juga  mendapat hadiah dari Bupati Sragen. “Mbah coba nyanyi Indonesia raya sebait saja”, kata Bupati.

Sekda Sragen juga diberikan kesempatan oleh Bupati untuk memberikan pertanyaan kepada salah satu warga yang hadir. 



Mbah Paiyem Mendapat Hadiah dari Bupati Sragen Gara-gara Bisa Nyanyi Lagu Indonesia Raya

Tuesday, November 28, 2017

Pak Pardi, Pande Besi Tradisional Asal Sragen

Kabupaten Sragen memiliki beberapa tradisi maupun budaya peninggalan leluhur  yang sangat banyak. Dari kesenian, kuliner, adat, sampai produk maupu usaha tradisional yang khas. Salah satunya adalah  Pande Besi Tradisional.

Pande Besi merupakan salah satu home industri untuk membuat alat-alat rumah tangga dan alat pertanian secara tradisional. Beberapa alat rumah tangga yang diproduksi antara lain sabit, pisau, dan pisau potong hewan. Sedangkan alat pertanian antara lain cangkul, anai-anai dan linggis.

Salah satu Pande Besi Tradisional asal Sragen adalah Pande Besi Pak Pardi yang beralamat di Sine Rt. 02/10, Kecamatan Sragen. Pak Pardi (yang sering disebut dengan Pardi Pande) sudah menggeluti usaha ini sejak masih bujang sampai sekarang, jika dihitung sekitar 40 tahun.

Bahan utama yang digunakan Pak Pardi untuk membuat sabit maupun pisau adalah menggunakan besi baja. Biasanya diambilkan dari per truk atau mobil. Jadi secara kualitas sangat bagus dan kuat. Berbeda dengan pisau atau sabit yang dijual dipasar, hanya menggunakan bahan besi biasa, sehingga mudah rusak.

Saat ini, Pak Pardi mengeluhkan tentang sedikitnya generasi muda yang mau melestarikan usaha ini. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya pande besi yang masih bertahan. Misalnya dikecamatan karangmalang hanya ada 4 orang pande besi, dimasaran hanya ada sekitar 3  orang. Pak Pardi juga mengeluhkan tentang banyaknya alat pertanian yang diimpor dari luar negeri, seperti cangkul.

Meskipun usaha ini ramai pada musim tertentu, Pak Pardi memiliki alasan tersendiri untuk tetap bertahan. Yakni sudah memiliki pelanggan tetap. Kedua, Pak Pardi sangat yakin tentang kualitas alat yang dibuatnya. Selain itu, jika pande besi semakin sedikit, sisi positif lainnya adalah pelanggan semakin bertambah.

Terkait dengan harga, Pak Pardi menuturkan harga satu pisau kecil (pisau dapur) sebesar 20 ribu, sabit 65 ribu, pisau sembelihan hewan 75 ribu, dan cangkul lengkap dengan doran (gagang cangkul) 100 ribu. Jika Anda ingin memiliki alat dapur maupun alat pertanian yang berkualitas baik, silakan datang ke Pande Besi Pak Pardi, atau via Telp 081393514747.

Pande Besi Tradisional Asal Sragen

Sunday, October 29, 2017

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meninjau Ternak sapi Tangen
Sragen OTW | Dalam rangka meninjau perkembangan desa, maka Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melaksanakan tilik Kembang Desa di Desa Jekawal Tangen, Kamis (26/10/2017)

Potensi di Kecamatan Tangen sangat luar biasa, yaitu dari siswa SMP Negeri 2 Sragen membacakan puisi dan Geguritan dengan sangat menghayati, karena saat ini anak-anak muda senang mendengarkan lagu-lagu jaman sekarang, ujar Bupati.

Tujuan dari tilik kembang desa disampaikan oleh Bupati Sragen adalah “untuk mengetahui dan mengevaluasi perkembangan desa dalam pemakaian dana desa  apakah digunakan secara tepat, menerima aspirasi dari rakyat apa yang dibutuhkan desa, konsep pembedayaan desa kita dengung-dengungkan agar menjadi desa yang mandiri”.

“Untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, maka berdayakan BUMDes yaitu dengan menjual sesuatu”, lanjut bupati.

Sebelum memberikan pengarahan kepada warga Desa Katelan yang bertempat di Balai Desa Jekawal, Bupati meninjau Kelompok Tani Ngudi Luruh di Mbontah, Jekawal, Tangen. Merupakan kelompok ternak Sapi dan Kambing bantuan dari pemerintah sejak tahun 2009.

Bupati mengapresiasi keberhasilan pengelolaan kelompok tersebut, karena yang sebelumya bantuan sapi sebanyak 15 ekor sudah menjadi 19 ekor dan 70 kambing sekarang menjadi 138.

Dalam kesempatan tersebut pada tahun 2018 Bupati akan memberikan bantuan mesin pipil jagung, pembuatan Sumur dalam sebagaimana yang diminta oleh warga.

Bupati berpesan kepada warga, “bagi yang mendapat bantuan RTLH agar masyarakat ikut membantu dengan gotongroyong,  agar menjaga kebersihan lingkungan, dan manfaatkan program jambanisasi dari pemerintah bagi kepala keluarga miskin untuk menghindari penyakit serta untuk menjaga kesehatan kita." (Humas Pemkab Sragen) 

Ibu Bupati Tilik Kembang Desa Untuk Evaluasi Perkembangan Desa

Saturday, October 28, 2017

Gerbang Kampung Gambiran


Kampung Gambiran manggen ing sisih kilen kuto Sragen. Kampung Gambiran mlebet tlatah kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen. Menawi panjenengan saking pusat Kota Sragen bade tindak wonten Solo, utawi saking Solo sampun bade mlebet kuto sragen, saderengipun medal utawi mlebet kota Sragen bade ngliwati Kampung Gambiran.

Punopo mawon ingkang wonten Kampung Gambiran ? Kados ing ngisor puniko :

   




Gerbang Kampoeng Gambiran